Mengenal Bisnis Retail dan Cara Mudah Mengelolanya

Dunia bisnis begitu luas dan juga banyak sekali macam macam bisnis. Salah satunya yang kini banyak disebut adalah bisnis retail. Meskipun sering didengar tak banyak yang memahami bisnis satu ini. Bisnis ini dianggap menjadi bisnis yang menjanjikan di era digital seperti saat ini. Jika anda belum terlalu mengenal tentang bisnis ini dan bagaimana mengelola bisnisnya, anda bisa langsung menyimak ulasan berikut.

Retail

Berkenalan Dengan Bidang Bisnis Eceran Serta Cara Mengelolanya

1. Pengertian

Secara umum bisa ritel merupakan proses penjualan sebuah produk atau jasa ke konsumen yang lebih kecil skalanya. Atau bisa juga disebut sebagai eceran yang mana bertujuan untuk memenuhi kebutuhan konsumen maupun kebutuhan pribadi. Bisa dikatakan jika pelaku bisnis eceran atau ritel ini menjual langsung produk atau jasanya kepada konsumen. Proses transaksi dilakukan kapan saja dan dimana saja baik secara online maupun toko fisik.

Pelaku bisnis ini adalah penghubung antara konsumen dan pihak pabrik. Inilah yang membuat bisnis ini dianggap sebagai bagian yang pentung dalam supply chain. Pengusaha eceran ini akan membantu pabrik untuk  bisa terhubung dengan konsumen. Bahkan melalui pengusaha ini juga pabrik mengetahui kebutuhan konsumen. Tanpa ada interaksi langsung, pihak pabrik hanya perlu untuk fokus produksi dan pihak retail hanya perlu untuk fokus menjual produk.

2. Klasifikasi Bisnis Eceran

Dalam bisnis eceran, dibedakan dalam 3 klasifikasi yakni berbasis toko, berbasis non toko dan layanan. Klasifikasi berbasis toko dimana transaksinya langsung dengan perantara toko enceran. Dalam klasifikasinya berbasis toko juga dibedakan berdasarkan kepemilikan dan juga barang yang dijual. Sementara untuk eceran berbasis non toko umumnya lebih fokus pada kontak langsung kepada konsumen. Kontak ini bisa melalui telepon, TV, internet dan juga email.

Untuk klasifikasi yang ketiga yaitu berbasis layanan, dimana menawarkan berbagai servis maupun layanan. Servis bisa berupa penyewaan, jasa servis elektronok hingga perbankan. Kualifikasi satu ini bisa meraih kesuksesan jika faktor faktor seperti keunikan layanan, fitur yang ditawarkan, kualitas layanan hingga waktu yang dibutuhkan bisa disiasati dengan baik. Karena pelayanan, kepuasaan konsumen menjadi salah satu hal yang harus dipenuhi.

Status kepemilikan dalam bisnis eceran dibedakan menjadi beberapa yakni eceran indepen, dealer, waralaba, corporate chain, network marketing hingga eceran yang sudah ada.  Sementara jika dilihat dari skala usahanya, dibagikan lagi dalam dua kategori. Yakni bisnis eceran dengan skala besar dan juga dalam skala kecil. Skala besar contohnya adalah hypermarket, general stire, department store dan juga supermarket.

Untuk skala kecil dalam bisnis eceran merupakan penjualan secara eceran dengan skala yang kecil. skala kecil ini nantinya akan dibedakan menjadi dua jenis yakni bisnis retail kecil berpangkal dan tidak berpangkal. Eceran berpangkal disini seperti kios yang menetap dan juga pedagang kaki lima. Untuk tidak berpangkal bisa dikategorikan dalam hal ini adalah penjual keliling. Mereka tidak memiliki tempat menetap dalam menjajakan dagangannya.

3. Bentuk Hukum Usaha Eceran

Dalam prakteknya, bisnis eceran di bedakan menjadi tiga jika dilihat dari bentuk hukumnya yaitu perorangan, kemitraan dan juga usaha bersama. Perorangan sendiri merupakan kepemilikan secara tunggal dan pemilik menjalankan usaha tanpa ada bantuan dari pihak lain. Untuk kemitraan merupakan kepemilikan usaha eceran yang dibagi dua orang atau lebih dan terlibat dalam bisnis yang dijalankan.

Usaha bersama merupakan kalobarasi yang dilakukan dua pihak maupun lebih dengan adanya persetujuan untuk menjalankan usaha dengan membagi modal serta keuntungannya. Ada syarat dan juga ketentuan yang diberlakukan dan telah disetujui oleh semua pihak yang berkaitan. Untuk bisnis eceran yang sistemnya modern diperlukan izin untuk menjalankan usaha retail yang digeluti tersebut.

Izin khusus tersebut telah ditetapkan oleh pemerintah dan harus dipenuhi. Diantaranya adalah mendirikan badan hukum, izin gangguan, ijin mendirikan bangunan atau IMB, Surat keterangan domisili perusahaan, Tanda Daftar perusahaan, dan juga Surat Tanda Pendaftaraan. Semua berkas tersebut telah diatur dalam peraturan pemerintah menteri dalam negeri dan juga menteri perdagangan.

4. Cara Mengelola Bisnis Eceran

Bisnis eceran ini menjadi bisnis yang favorit di Indonesia karena dianggap murah dan juga memiliki tingkat kerugian yang rendah. Padalah ada juga pembisnis yang mengalami kerugian dalam menjalankan usahanya. Penting untuk diketahui jika bisnis eceran ini memiliki poin penting yakni cara mengatur stok barang. Untuk bisnis yang baru berjalan pengaturan stok barang bukanlah hal yang perlu dipusingkan dan bisa dilakukan dengan manual.

Namun ketika bisnis sudah berjalan dan terbilang lancar, maka pengelolan stok sangat penting untuk diperhatikan. Banyak sekali keuntungan yang bisa didapatkan jika pandai dalam mengelola stok barang dalam bisnis retail. Salah satunya adalah mengetahui barang yang memiliki peminat tinggi serta stok barang mana yang akan habis. Hal ini tentunya berkaitan kapan anda harus memesan stok barang agar tidak sampai kosong ketika akan ada yang membeli.

Untuk membuat anda mudah dalam mengelola barang, anda bia memberikan kode khusus pada barang yang anda jual. Memang untuk awal anda tidak memiliki banyak variasi, namun tidak menutup kemungkinan jika semakin hari semakin bertambah variasi barang anda. Pada saat itu kode barang menjadi dibutuhkan agar anda mudah dalam mengaturnya terutama di gudang. Kelebihan lainnya anda akan cepat dan tepat ketika banyak permintaan.

Business Online

Sebaiknya anda juga meletakkan barang yang dijual dalam ruang tersendiri. Gudang menjadi sangat penting ketika anda membuka sebuah usaha eceran. Gudang juga akan memudahkan anda dalam pengorganisiran hingga penyusunan stok barang. Tips yang selanjutnya bisa diterapkan adalah mencatat semua transaksi penjualan. Apalagi jika usaha retail yang anda geluti telah berkembang dengan pesat. Pencatatan ini berkaitan erat dengan barang dan penghasilan.

Dengan adanya pencatatan, juga bisa dilakukan analisa pada bisnis yang dijalani. Di era digital seperti ini pencatatan bisa dengan mudah dilakukan dengan komputerisasi. Anda juga akan mudah dalam melakukan stok opname. Stok opname merupakan perhitungan stok secara fisik dan juga persediaan yang dimiliki secara berkala. Beberapa aplikasi kantor atau kasir sudah menyediakan fitur ini sehingga bisa memudahkan anda.

Selanjutnya anda juga harus melakukan pengecakan pada setiap barang yang masuk. Tujuan pengecekan ini tentunya agar tudak ada kerancuan pada stok yang lama dan juga stok yang baru. Apalagi jika yang dijual merupakan barang barang yang memiliki expired date. Barang yang lama harus dikeluarkan atau dijual lebih dulu sebelum melewati masi ED. Bukan hanya itu saja, pengecekan juga untuk menghindari adanya kerusakan pada barang.

Bisnis penjualan secara eceran ini memang banyak dilirik oleh masyarakat Indonesia. Dari skala kecil hingga skala besar bisnis ini telah beredar dimana mana. Namun untuk mengelolanya dibutuhkan keuletan dan ketelitian terutama soal stok. Dengan begitu para pembisnis secara eceran akan bisa mengatur keluar masuknya barang dengan baik. Jangan sampai barang menjadi alasan tidak bisa memenuhi kebutuhan dari konsumen.