Memahami Perasaan Lawan Bicara dengan Mendengarkan

post thumbnail

Memahami Perasaan Lawan Bicara dengan Mendengarkan. Komunikasi merupakan salah satu hal pening untuk saling menyampaikan informasi. Di zaman sekarang, komunikasi selalu dilakukan oleh orang-orang. Baik formal maupun non formal. Sehingga, menjadikan komunikasi sebagai kebutuhan penting, layaknya kebutuhan sangan, pangan dan papan.

Dalam proses komunikasi, ada pendengar dan pembicara. Keduanya harus seimbang, untuk mencapai komunikasi efektif. Komunikasi sendiri bisa disampaikan lewat beberapa media. Untuk zaman sekarang, komunikasi bisa dilakukan melalui internet. Sehingga, bisa menghubungkan antara orang jauh. Saat ini, cakupan komunikasi sudah hampir terlibat dalam semua aspek kehidupan.

Listening

Setiap pekerjaan, seperti guru, sales, karyawan dan lain sebagainya tidak akan pernah lepas dari komunikasi. Karena, komunikasi sendiri merupakan bagian penting dalam menjalin hubungan denga pihak lain, baik secara personal maupun secara instansi besar. Dalam komunikasi, seseorang harus bisa mendengarkanuntuk bisa mendapatkan informasi dengan benar. Proses mendengar sendiri merupakan salah satu langkah untuk mencapai komunikasi interpersonal.

Komunikasi interpersonal sendiri merupakan komunikasi yang terjadi secara langsung dengan cara bertatap muka. Biasanya, dengan menggunakan komunikasi ini setiap orang bisa melihat langsung reaksi lawan bicara. Dalam komunikasi interpersonal, pendengar harus memahami bagaimanan cara mendengarkan yang baik dan benar. Ada banyak hal terkait mendengarkan yang perlu diketahui oleh orang-orang.

Proses Mendengarkan

Dalam proses mendengar ada beberapa tahapan yang perlu diketahui, diantaranya:

Menerima atau Receiving

Tahapan pertama yang perlu diketahui adalah menerima. Maksudnya, proses awal berkomunikasi adalah menerima pesan berupa verbal maupun nonverbal, berupa bahasa isyarat, ekspresi wajah dan lain sebagainya. Pada tahapan menerima pesan ini, seseorang harus memperhatikan beberapa hal, seperti fokus dari pengirim pesan, lingkungan di sekitar, perhatian penuh terhadap pengirim pesan dan lain sebagainya. Saat melakukan hal ini, seorang pengirim pesan akan merasa dihargai.

Memahami

Proses mendengar yang selanjutnya adalah memahami. Setelah bisa menerima pesan dengan memperhatikan beberapa hal di atas, maka penerima pesan harus bisa memahami tentang pesan atau informasi yang sudah didapatkan. Pada tahapan ini, seorang penerima pesan harus bisa memahami inti pesan yang disampaikan.

Mengingat

Tahapan selanjutnya adalah mengingat. Pada tahapan ini, seseorang membutuhkan ingatan kuat tentang pesan yang sudah disampaikan orang lain. Hal ini dilakukan agar nantinya, pesan yang diterima oleh penerima pesan bisa sinkron dengan apa yang disampaikan oleh pengirim pesan. Agar tidak timbul kerancuan atau ambigu di kemudian hari.

Evaluasi

Tahapan selanjutnya dalam proses mendengar adalah evaluasi. Tahapan ini terdiri dari pengambilan kesimpulan. Tahap evaluasi berguna untuk mengevaluasi pesan yang disampaikan oleh komunikator agar sesuai dengan fakta di lapangan.

Menanggapi

Terakhir, ada tahapan menanggapi. Tahapan menanggapi dibedakan menjadi dua, yaitu respon yang diberikan pada saat pengirim pesan sedang menyampaikan pesan dan respon yang diberikan ketika pengirim pesan menyampaikan keseluruhan dari pesan tersebut. Tahapan ini merupakan hal penting dalam proses komunikasi, karena bisa menentukan apakah proses komunikasi berjalan dengan efektif atau tidak.

Setelah memahami proses yang terjadi dalam mendengar, seseorang juga harus mengetahui beberapa tipe dari pendengar. Hal ini dilakukan agar proses komunikasi bisa berjalan dengan baik.

Listen

Tipe Pendengar

Mendengarkan dengan Mulut

Tipe pendengar pertama adalah mendengarkan menggunakan mulut. Biasanya, orang dengan tipe ini, akan cenderung memotong pembicaraan oranglain. Tipe mendengarkan dengan mulut merupakan tipe yang tidak mau mendengarkan orang lain, dia cenderung lebih suka didengarkan. Tipe pendnegar yang satu ini sangatlah buruk untuk dipraktikkan.

Mendengarkan dengan Kepala

Tipe pendengar selanjutnya adalah mendengarkan menggunakan kepala. Biasanya, tipe yang satu ini akan cenderung diam ketika berbicara dengan rekannya. Orang yang mendengar menggunakan kepala, selalu mencoba mencari jawaban atau alasan yang menyangkut pembicaraan rekannya. Selain itu, dia juga akan sering menerka-nerka jalan kelua atau nasehat yang pas untuk menanggapi pembicaraan dari rekannya.

Mendengarkan dengan Hati

Terakhir, ada tipe mendengarkan dengan hati. Biasanya, tipe yang satu ini identik dengan sikap empati. Tipe pendengar menggunakan hati akan mencoba menempatkan dirinya sebagai si pengirim pesan. Fokus dari tipe pendengar yang satu ini bukanlah pada isi pembicaraan, tapi pada pribadinya. Hal ini akan membuat perasaannya lebih dominan daripada pikirannya.

Beberapa Hal yang Perlu Dilakukan Untuk Mencapai Komunikasi Efektif

Setelah mengetahui proses mendengar dan tipe dari pendengar, kamu juga perlu memperhatikan tips dan trik agar komunikasi yang dilakukan bisa berjalan dengan efektif. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan agar komunikasi bisa efektif.

Buat Kontak Mata

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah membuat kontak mata dengan lawan bicara. Kontak mata sendiri sangatlah penting untuk dilakukan, agar bisa menunjukkan kepada orang yang berbicara bahwa kita terlibat dalam pembicaraan tersebut. Saat membuat kontak mata dengan lawan bicara, bisa memusatkan perhatian hanya pada topik pembicaraan yang sedang dibicarakan.

Mengakui

Hal selanjutnya yang perlu diperhatikan agar bisa tercipta komunikasi efektif adalah mengakui. Tanda yang bisa dilakukan dalam mengakui adalah dengan menganggukkan kepala atau mengucapkan sepatah kata. Hal ini sangat penting dilakukan saat mendengar pembicaraan lawan bicara. Sehingga, bisa menandakan bahwa kita sedang mendengarkan dengan aktif.

Bertanya

Hal selanjutnya yang perlu dilakukan adalah bertanya. Saat bertanya, lawan bicara akan merasa dihargai. Karena, secara tidak langsung saat timbul pertanyaan, berarti orang tersebut benar-benar mendengarkan apa yang sedang dibicarakan.

Peduli

Selain bertanya, kepedulian dari proses mendengar dalam komunikasi juga sangat penting. Agar lawan bicara benar-benar dihargai. Karena, pada dasarnya orang yang berbicara memang perlu didengarkan dengan baik.

Tidak Memotong Pembicaraan

Agar komunikasi yang dilakukan bisa berjalan dengan efektif, sebaiknya jangan memotong pembicaraan dari lawan bicara. Tunggulah ketika ada kesempatan untuk berbicara. Jangan sampai hanya fokus pada apa yang akan kita katakan, karena bisa mengganggu konsentrasi dari lawan bicara.

Menyimak

Terakhir, hal yang perlu diperhatikan adalah menyimak. Dalam menyimak, akan terjadi proses transfer of knowldege. Jadi, seorang pendengar diharapkan bisa membuka pikiran saat mendengar dan memahami apa yang dimaksud lawan bicara.

Proses komunikasi yang baik akan membuat seseorang bisa mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya. Sehingga, setiap orang harus bisa membuat komunikasinya berjalan dengan efektif. Untuk membuat komunikasi bisa berjalan dengan baik, seseorang harus memperhatikan hal-hal di atas, seperti proses mendengarkan, tipe pendengar dan hal yang perlu diperhatikan dalam mencapai komunikasi efektif.

Mendengar merupakan suatu hal yang perlu dilakukan saat berkomunikasi dengan orang-orang. Tidak hanya bisa digunakan dalam pekerjaan saja, komunikasi efektif juga bisa digunakan untuk berbagai aktivitas sehari-hari. Oleh sebab itu, jadilah pendengar yang baik dan kuncinya adalah dengan memperhatikan hal semacam kontak mata, bertanya, menyimak dan lain sebagainya. Hal ini akan membuat seseorang merasa dihargai ketika menyampaikan pendapat atau informasi.