Jangan Salah Perhitungan, Yuk Simak Tips Hadapi Masa Persiapan Pensiun (MPP)

post thumbnail

Baik PNS maupun karyawan biasa, akan ada saatnya anda menghadapi masa pensiun. Pensiun diberlakukan karena produktivitas pastinya akan menurun. Masa ini juga tidak bisa dihindari dan pastinya akan terjadi pada setiap orang yang bekerja. Untuk itu perlu dipersiapkan sejak dini terutama secara finansial. Berikut penjelasan masa persiapan pensiun dan juga tips untuk menghadapi pensiun yang pastinya dihadapi oleh semua orang dalam ulasan berikut.

Tentang MPP dan Tips Menghadapi Pensiun Yang Harus Diperhatikan

1. Sekilas MPP Untuk PNS

Sesuai dengan yang disebutkan dalam peraturan BKN No. 2 Tahun 2019  tentang tata Cara Masa Pensiun, disebutkan jika MPP bagi PNS bisa diberikan maksimal dalam waktu satu tahun. Masa ini juga dibebastugaskan dari jabatan sebagai ASN atau Aparatur Sipil Negara. Sebelum memasuki MPP, setiap yang bersangkutan harus mengajukan dahulu masa ini.  Seperti yang diatur dalam PP No. 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS, yang mengatur waktu persiapan pensiun.

Yang bersangkutan paling lambat mengajukan permohonan MPP satu bulan sebelum. Permohonan secara tertulis dan ditujukan kepada Presiden melalui PPK atau Pejabat Pembina Kepegawaian untuk Jabatan Pimpinan Utama, Fungsi Ahli Utama dan Madya. Di luar jabatan tersebut, bisa mengajukan ke PPK. PNS yang bersangkutan juga harus melewati 4 syarat untuk mengajukan Masa Persiapan Pensiun sesuai dengan pasal 6 pada Peraturan BKN No. 2 Tahun 2019.

Syarat tersebut antara lain, PNS yang bersangkutan tidak dalam proses hukuman pendisplinan, PNS juga tidak dalam proses peradilan yang diduga tindak kejahatan. Syarat yang selanjutnya, PNS yang bersangkutan telah menyelesaikan pekerjaan dan juga tanggung jawab pada jabatannya. PNS yang bersangkutan juga tidak memiliki kepentingan mendesak yang harus dilakukan. Keempat syarat nantinya akan menjadi pertimbangkan persetujuan atau penolakan.

Selama masa MPP, ASN tetap mendapatkan MPP yang besarannya sesuai dengan satu kali penghasilan yang diterima terakhir. Penghasilan tersebut meliputi gaji pokok, tunjangan pangan dan tunjangan keluarga.  Saat menjalani MPP, ASN tetap memiliki kewajiban untuk memenuhi panggilan dinas, masuk kerja apabila dibutuhkan dan juga menyampaikan informasi perihal kedinasan yang dilakukan selama masa MPP berlangsung.

Happy Pension

2. MPP Untuk Pekerja Swasta

Peraturan masa pensiun pekerja tidak diatur khusus oleh pemerintah seperti Masa Persiapan Pensiun PNS. Namun ada aturan yang bisa dijadikan patokan yakni UU No.13 Tahun 2003 yang mengatur tentang ketenagakerjaan pada pasal 154 butir C. Dalam peraturan tersebut disebutkan jika pengusaha wajib untuk memberhentikan pekerja yang bersangkutan apabila, telah memasuki usia pensiun yang disepakati dalam perjanjian kerja.

Secara tidak langsung dari peraturan tersebit bisa disimpulkan jika peraturan pensiun untuk pekerja swasta disesuaikan pada perjanjian kerja masing – masing. Termasuk yang berkaitan dengan mekanisme dan pembayaran dana pensiun. Apabila perusahaan tidak menyediakan program untuk dana pensiun maka bisa memanfaatkan dana pensiun yang disediakan oleh lembaga keuangan. Dana pensiun di lembaga keuangan akan tetap didapatkan meskipun bukan dari perusahaan.

3. Tips Menghadapi Masa Pensiun Yang Wajib Diketahui

Masa pensiun merupakan masa yang pastinya akan dihadapi oleh semua orang yang bekerja. Masa ini tentunya masa yang cukup berat, mengingat akan terjadi transisi bekerja dan menjadi pensiunan. Terutama untuk masalah finansial pastinya akan terasa sekali. Untuk itu harus ada persiapan yang dilakukan untuk menghadapi masa pensiun. Terutama jika anda sudah mulai mengajukan Masa Persiapan Pensiun, simak tipsnya berikut.

a. Investasi Sejak Dini

Pendapatan secara aktif tentunya akan berkurang di masa pensiun. Untuk itu harus dilakukan investasi sejak dini untuk menutup selisih pendapatan setelah dan sesudah masa pensiun. Hasil investasi ini pastinya akan bisa menambal kekurangan dari gaji pasif yang didapatkan. Saat ini juga sudah banyak pilihan investasi yang bisa digunakan. Mulai dari reksa dana hingga investasi jangka panjang lainnya.

Idealnya investasi sudah harus dilakukan begitu sudah mulai bekerja. Pastikan jika anda memang tertarik dengan reksa dana, anda memilih lembaga keuangan yang telah diatur oleh OJK. Apalagi saat ini marak sekali investasi bodong yang pastinya akan membuat anda mengalami kerugian yang tak diinginkan. Anda juga bisa mencoba menyisihkan 15% penghasilan setiap bulannya jika tidak yakin dengan reksa dana atau obligasi.

b. Menekuni Hobi

Sebelum memasuki Masa Persiapan Pensiun, sebaiknya sudah mulai untuk mengeluti hobi lebih serius. Hobi ini nantinya tidak hanya untuk mengusir bosan ketika sudah pensiun, namun juga bisa membuka peluang untuk sumber penghasilan yang baru. Jika benar demikian, pastinya akan lebih bahagia karena bisa mendapatkan penghasilan dengan menekuni hobi. Jika belum ada hobi yang diseriusi bisa mencoba mencarinya dari sekarang.

c. Pastikan Sudah Tidak Ada Cicilan

Agar finansial anda tetap stabil di masa pensiun, sebaiknya sudah tidak lagi memiliki cicilan di masa pensiun. Apalagi cicilan yang terbilang berat seperti kendaraan atau rumah. Cicilan harus dibayar secara rutin yang mana akan mengurangi penghasilan pasif anda. Belum lagi nanti harus direpotkan dengan pembayaran yang membuat harus berpergian. Untuk itu sebaiknya segala cicilan telah diselesaikan sebelum memasuki masa pensiun.

d. Menjaga Kesehatan

Tidak hanya finansial, kesehatan juga bisa menjadi aset yang dibutuhkan ketika telah tiba di masa pensiun. Sebaiknya menjaga kesehatan disadari sejak masih muda karena masa ini rentan akan segala macam masalah kesehatan. Hal ini merupakan kondisi alami tubuh manusia yang semakin menurun dengan tambahnya usianya. Dengan rajin berolahraga dari awal, tentunya bisa membuat tubuh tetap bugar meskipun sudah memasuki masa pensiun.

Asset

e. Mengoleksi Aset Penting

Begitu anda sudah mengetahui kapan masa persiapan pensiun datang, maka sebelum itu anda sebaiknya sudah mulai mengoleksi aset penting. Aset merupakan sesuatu yang memiliki nilai jual tinggi di masa mendatang. Dalam hal ini bisa berupa tanah dan properti yang diprediksi harganya akan stabil di masa mendatang. Bahkan bisa terus meningkat mengingat kebutuhan akan properti akan terus dibutuhkan di masa mendatang.

Mencari serta dapatkan aset penting ini dengan harga yang murah. Tidak masalah jika saat ini aset tidak dimanfaatkan dengan baik. Namun di masa mendatang aset ini akan mendatangkan keuntungan yang berkali lipat apalagi di usia pensiun. Pastikan jika aset yang dimiliki merupakan aset yang akan meningkat nilai jualnya. Kendaraan termasuk aset namun harganya cenderung akan turun di masa mendatang, namun bisa tetap digunakan untuk mobilitas.

Masa pensiun terkadang menjadi masa yang rentan mengalami stres dan cukup ditakuti. Dengan persiapan yang matang, pensiun bukanlah masa yang harus dikhawatirkan. Masalah finansial menjadi masalah yang kerap dialami begitu masuk masa pensiun. Hal ini tentunya pasti terjadi mengingat sumber pendapatan tak sebesar sebelumnya. Untuk itu mulai dari sekarang sebaiknya sudah mulai melakukan investasi atau menabung yang pastinya akan berguna di masa pensiun.